wordpress-themes.org

MPLS SMK 02 KUDUS

GIAT SATLANTAS ISI MPLS SMK 02 KUDUS

DENGAN PENGETAHUAN BERLALU LINTAS

index6

index5

Pelajar SMK 02 Kudus mendapatkan pengetahuan tentang etika tata cara tertib lalu lintas dari Satlantas Polres Kudus saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS),

Kegiatan bertajuk Police Goes To School Satlantas Polres Kudus ini tak hanya memberikan materi dalam bentuk sosialisasi, tetapi juga dengan simulasi cara aman berkendara “safety riding”

Ada juga simulasi cara berkendara yang baik dan benar serta penggunaan helm SNI yang benar sampai berbunyi klik untuk melindungi kepala dari benturan.
Memberikan sesi tanya jawab kepada siswa-siswi dan menggelorifikasikan pelopor keselamatan berlalu lintas.

Bertempat di halaman sekolah, antusias pelajar SMK ini begitu terasa, bahkan juga diikuti oleh guru. Adapun Petugas Satlantas yang menyampaikan materi adalah Kanit Dikyasa bersama anggotanya.

Kasat Lantas Polres Kudus AKP Eko Rubiyanto SH, SIK. melalui Kanit Dikyasa IPDA Mardiati mengatakan, materi yang diberikan adalah mengenai Kamseltibcarlantas yaitu pengetahuan tentang UU No.22 Tahun 2009 tentang himbauan atau larangan bagi pelajar sekolah yang belum memiliki SIM agar tidak menggunakan ranmor sendiri dan pengenalan 12 gerakan pengaturan lalu lintas.

“Kita juga berikan cara aman dan sehat ke sekolah diantaranya dengan diantarkan atau dibonceng sepeda motor oleh orang tua dan bagi yang sudah memiliki SIM, tetap menggunakan alat pelindung keselamatan yang baik dan benar (HELM) serta menggunakan sepeda dayung,” katanya

 

PENGAJIAN RUTIN SATLANTAS

GIAT PENGAJIAN RUTIN BULANAN

SATLANTAS POLRES KUDUS

index12

index11

Satuan Lalu Lintas Polres Kudus menggelar pengajian rutin dan istighosah yang dilaksanakan di Masjid Bustanul Jannah Mapolres Kudus.

Personel Sat Lantas tak hanya dituntut untuk melaksanakan tugas menjaga ketertiban dan kelancaran lalu lintas saja, Tapi mereka juga harus memiliki sikap yang baik dan berakhlak mulia serta menjadi sosok panutan di masyarakat.

Kasat Lantas Polres Kudus, AKP Eko Rubiyanto SiK, SH mengatakan, pengajian dan istighosah yang rutin dilaksanakan seminggu sekali ini bertujuan untuk pembinaan kerohanian dan mental anggota Satlantas Polres Kudus, serta untuk meningkatkan ketaqwaan dan keimanan sebagai dasar dalam melaksanakan tugas sehari hari.

“Semoga dengan dilaksanakannya pengajian dan istighosah secara rutin ini akan meningkatkan ketaqwaan dan keimanan anggota Sat Lantas Polres Kudus,” Ujarnya

Ia menjelaskan, selain melakukan pengajian, para personel juga diberikan tausiyah oleh KH Ahmad Asnawi dan pemahaman tentang ayat suci Al-quran.

Itu berfungsi agar para personelnya, tak sekadar tahu membaca Al-quran tapi juga harus mampu memahami makna yang terkandung di dalamnya.

“Jika usaha telah dilaksanakan dengan maksimal, tentu harus diimbangi dengan ibadah,” tutupnya.

GELAR OPS PATUH CANDI 2018

GELAR PASUKAN OPS PATUH CANDI 2018

BERTEMPAT DI HALAMAN MAPOLRES KUDUS

cek.

apel opc.

Polres Kudus memulai Operasi Kepolisian terpusat Patuh Candi 2018 dengan melakukan apel gelar pasukan di halaman Mapolres Kudus, Kamis (26/4/2018).

Dalam apel dipimpin langsung oleh Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning Sik,MH dan diikuti oleh personil gabungan dari Polisi, Dinas Perhubungan, Satpol PP dan Kodim 0722 Kudus. Dalam operasi ini, Kapolres melekatkan pita pada perwakilan dari polisi, TNI, dan Dishub sebagai tanda dimulainya operasi.

Dalam amanatnya, Kapolres Kudus membacakan amanat Kakorlantas Polri yang mana operasi patuh candi dilaksanakan guna meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas di jalan raya, meminimalisasi pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, menurunnya tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas, meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Polri dengan terbentuknya opini positif dan citra tertib dalam berlalu lintas dan terwujudnya situasi kamseltibcarlantas menjelang Ramadhan dan pelaksanaan Pilkada di wilayah tahun 2018.

“Sesuai dengan sandinya, Operasi ini lebih mengedepankan penindakan yang terukur serta humanis, guna untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan Masyarakat di dalam berlalu lintas,” tutur Kapolres Kudus

Adapun sasaran prioritas Ops Patuh Candi 2018 diantaranya Pengemudi menggunakan HP, pengemudi melawan arus, pengemudi berboncengan lebih dari satu, pengemudi di bawah umur, pengemudi dan penumpang sepeda motor tidak menggunakan Helm SNI, pengemudi ranmor menggunakan narkoba/mabuk serta pengemudi melebihi batas kecepatan yang di tentukan.

Apel gelar pasukan ini dilaksanakan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan personel maupun sarana pendukung lainnya, sehingga kegiatan operasi dapat berjalan dengan optimal dan dapat berhasil sesuai dengan tujuan serta sasaran yang telah ditetapkan.

Diakhir amanat Kapolres Kudus berpesan kepada peserta apel untuk menginformasikan kepada keluarga, tetangga maupun temannya, agar selalu melengkapi surat-surat kendaraan dan kelengkapan kendaraan bermontor serta selalu tertib berlalu lintas dijalan raya.

 

P21 LIMPAHKAN BERKAS PERKARA JAZZ VS BEAT

GIAT PELIMPAHAN BERKAS PERKARA JAZZ VS BEAT

DI JALAN JEND SUDIRMAN

IMG-20180411-WA0058-768x576

IMG-20180411-WA0059-768x576

Berkas perkara kecelakaan maut antara KBM Honda Jazz dengan SPM Honda Beat yang menelan dua korban meninggal pada tanggal 11 Februari 2018 di Jl. Jendral Sudirman sudah dinyatakan lengkap (P21) oleh pihak Kejaksaan Negri Kudus. Kini AA pengemudi Honda Jazz yang telah ditetapkan statusnya menjadi tersangka tersebut tinggal menunggu sidang hukuman atas tindakannya. Kasat Lantas Polres Kudus AKP Eko Rubiyanto, S.I.K, S.H melalui Kanit Laka Iptu Ngatmin, S.H mengatakan AA telah dibawa dari Rumah Tahanan ( Rutan ) Polres Kudus ke Kejaksaan Negeri Kudus hari ini, Rabu 11 April 2018. Pasalnya, berkas AA telah dirampungkan atau P21 oleh pihak penyidik Laka Lantas Polres Kudus.“‎Penyidikan sudah lengkap, Jaksa Penuntut Umum sudah mengeluarkan surat P21, berkas perkara ke JPU sudah lengkap dan tersangka serta barang bukti diserahkan ke Kejaksaan Negeri Kudus,” terang Kanit Laka. Iptu Ngatmin menegaskan setelah tersangka dilimpahkan ke Kejari, maka kuasa sepenuhnya diberikan kepada Jaksa. ‎”Ancaman terserah JPU, tapi kalau mengacu pasal 310 ayat (4) jo pasal jo pasal 311 jo 312 Undang-undang Republik Indonesia nomor 22 tahun 2009. Disana ancaman hukumannya 6 ( enam ) tahun penjara,” ujarnya. Sebelumnya, AA terlibat dalam kecelakaan maut saat mengendarai Honda Jazz K 7539 XA di Jalan Jendral Sudirman. Ia menewaskan dua orang pengendara motor Honda Beat atas kecelakaan maut tersebut

GEBYAR KESELAMATAN BERLALU LINTAS

GIAT GEBYAR KESELAMATAN BER LALU LINTAS

index.

index

Satuan Lalu Lintas Polres Kudus, Jawa Tengah, menggelar gebyar keselamatan berlalulintas guna meningkatkan dan menggugah kesadaran warga setempat untuk lebih tertib dalam berlalulintas, Minggu di Alun-alun Kabupaten Kudus.

Ratusan sepeda motor dari berbagai komunitas itu memulai start dari Alun-alun Kabupaten Kudus dengan mengendarai sepeda motor mengelilingi Kota Kudus

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning Sik, MH, didampingi Kasat Lantas Polres Kudus AKP Eko Rubiyanto Sik, SH mengatakan, aksi ini digelar untuk menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib berlalu lintas.

“Kita mengajak masyarakat untuk sadar berlalu lintas dengan aksi berkendara yang dilengkapi dengan berbagai alat keselamatan seperti helm, kaca spion dan menghidupkan lampu disiang hari. Harapan kita, aksi ini berbuah positif sehingga angka kecelakaan berlalu lintas bisa diminimalisir,” katanya.

Acara itu sendiri dirangkai di tengah-tengah acara Car Free Day dengan berbagai kegiatan seperti pemberian helm kepada komunitas motor, deklarasi anti Hoax oleh komunitas motor, penampilan Polcil Polres Kudus serta safty reading.

APEL GALAR PASUKAN OPS KLC 2018

GIAT APEL GELAR PASUKAN

OPS KESELAMATAN LALU LINTAS CANDI TAHUN 2018

ops.

ops

Apel gelar pasukan dalam rangka operasi lalu lintas digelar Polres Kudus dengan bersandikan “Ops Keselamatan Lalu Lintas Candi 2018”. Operasi yang akan digelar dari tanggal 5 s.d 25 Maret 2018 ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas untuk mendukung kebijakan Promoter Kapolri guna terciptanya kamseltibcarlantas di wilayah Jawa Tengah. Apel gelar pasukan Ops Keselamatan Candi 2018 dilaksanakan langsung di halaman Mapolres Kudus, Senin (05/03/2018) dengan diikuti anggota Polres Kudus maupun Polsek jajaran dan beberapa instansi terkait diantaranya TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan. Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning Sik,MH saat membacakan amanat Kakorlantas Polri mengatakan, tema operasi kali ini Meningkatkan Kesadaran dan Kepatuhan Masyarakat dalam Berlalu Lintas Untuk Mendukung Kebijakan Promoter Kapolri Guna Terciptanya Kamseltibcarlantas. “Apel ini untuk mengetahui sejauh mana kekuatan personel dan sarana perlengkapan peralatan lainnya sehingga Operasi Keselamatan Candi 2018 berjalan optimal serta dapat lebih tepat sasaran dan berhasil sesuai tujuan,” ujarnya Menurut Agusman, lalu lintas merupakan urat nadi perekonomian suatu negara, oleh sebab itu pemeliharaan keselamatan dan ketertiban dan keamanan lalu lintas sangatlah penting dalam menunjang kehidupan berbangsa dan bernegara. Maka Kamseltibcarlantas merupakan suatu cermin keberhasilan dari pembangunan peradaban modern. Oleh sebab itu, Polri khususnya Polantas bersama pemerintah dan stake holder lainnya bertanggung jawab untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Sehingga perlu diadakan pelaksanaan operasi kepolisian di bidang lalu lintas untuk mewujudkan negara yang tertib dan berevolusi dari segi mental masyarakat. “Kita menyadari dalam mengatasi permasalahan bidang lalu lintas wajib bertindak dengan melakukan berbagai upaya untuk menciptakan pemerintah yang bertanggung jawab dalam pembinaan, pemeliharaan Kamseltibcarlantas” papar Agusman. Ditambahkannya dalam Operasi Keselamatan 2018 saat ini, langkah-langkah dalam penindakan berupa langkah preemtif dan preventif, serta penindakan hukum dengan cara selektif pada pelanggaran-pelanggaran yang berpotensi pada fatalitas laka seperti melawan arah, menggunakan handphone saat berkendara, berboncengan lebih dari satu orang (motor) dan melebihi kapasitas (mobil), belum cukup umur, tidak menggunakan kelengkapan berkendara.Selesai pelaksanaan apel gelar pasukan dilanjutkan dengan pengecekean sarana perlengkapan serta peragaan simulasi keselamatan lalu lintas.

PEMBERIAN REWARD BRIPTU ERLANGGA

SEMPAT VIRAL BRIPTU ERLANGGA

DAPAT PENGHARGAAN DARI KAPOLRES KUDUS

FB_IMG_1519873735901-720x400

IMG-20180301-WA0119-300x225

Kapolres Kudus memberikan penghargaan kepada Briptu Erlangga Hananda Seto, polisi yang jadi korban gigit seorang ibu di Jalan Ahmad Yani pada hari Kamis (22/02/2018) kemarin.Dalam upacara yang berlangsung di halaman Mapolres Kudus Kamis (01/03/2018), Angga diberi penghargaan oleh Kapolres atas dedikasi dan kesabarannya menghadapi ibu yang mengamuk dan menggigit tangannya itu. Dalam video yang beredar, Angga terlihat dimarah-marahin dan digigit oleh ibu itu, namun ia tak membalas hanya diam menahan rasa sakit saat digigit Angga tercatat sebagai anggota Kesatuan Lalu Lintas Polres Kudus. Pagi itu sekitar pukul 07.00 WIB, ia sedang bertugas mengatur lalin di Jalan A Yani Gang 4. Dari arah utara, ada seorang ibu yang melintas tanpa mengenakan helm yang kemudian dihentikan justru motor yang dikendarai ditabrakkan kearah dirinya.“Kunci motor langsung saya ambil, tapi tiba-tiba ibu itu mengigit tangan kanan saya dua kali. Kalau saya lawan ibu itu akan terpelanting makanya saya diam. Meski terasa sakit,” Ujarnya Dalam sambutannya Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning Sik,MH mengatakan organisasi mengapresiasi terhadap Briptu Erlangga atas kejadian yang viral di media sosial terkait kesabarannya menghadapi seorang ibu yang melakukan pelanggaran hingga sampai digigit dia tetap tenang dan berempati. “Terlepas dari komentar divideo yang viral,saya sangat mengapresiasi ketenangan saudara, ucapan, tindakan dan sikap yang tidak menyinggung kemarahan ibu tersebut”. Ujarnya

 

KECELAKAAN JAZZ DAN BEAT

KECELAKAAN JAZZ DAN BEAT YANG SEMPAT VIRAL DI MEDSOS

IMG-20180215-WA0077-01

IMG-20180215-WA0042-768x576

Kecelakaan maut yang terjadi di Jalan Jenderal Sudirman turut Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Minggu (11-02-2108) malam sekira pukul 21.02 WIB. Peristiwa nahas itu melibatkan mobil Honda Jazz putih bernomor polisi K-7539-XA vs sepeda motor Honda Beat tanpa nomor polisi. Akibat kejadian tersebut, dua orang kakak-adik pengendara sepeda motor Honda Beat meninggal akibat dihantam mobil Honda Jazz. Keduanya sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat karena menderita luka serius, namun nyawanya sudah tidak dapat tertolong. Kasatlantas Polres Kudus AKP Eko Rubiyanto, S.H, S.I.K melalui Kanit Laka Iptu Ngatmin, S.H menjelaskan, pengendara nahas sepeda motor bernama Melly Musthafiyah (18) yang memboncengkan Siti Rrohdhotul Khasanah (14). Mereka merupakan kakak beradik yang tinggal di Desa Karangbener RT 01 RW 07, Kecamatan Bae Kudus. Sementara Honda Jazz putih yang dikendarai AA (41) warga Kecamatan Jati Kudus. “Melly mengalami luka tulang leher dan kaki kiri patah sedangkan adiknya Siti Rrohdhotul Khasanah luka tulang leher patah dan kaki kanan robek,” ujarnya. Kronologi kecelakaan berdasarkan rekaman CCTV yang telah beredar luas di masyarakat memperlihatkan kedua kendaraan melaju dari arah timur. Korban bermaksud untuk menyeberang masuk masuk ke gang di Dukuh Ngetuk Desa Ngembalrejo. Sebelum menyeberang, keduanya sempat berhenti di pinggir jalan karena ada mobil yang melintas. Usai mobil pertama melintas kedua korban yang mengendarai sepeda motor Honda Beat kemudian memutuskan menyeberang. Namun sesampainya di tengah jalan melaju dari arah timur Honda Jazz putih bernomor polisi K-7539-XA dari arah timur akhirnya terjadilah kecelakan. Kejadian tersebut kemudian ditangani oleh Unit Laka Polres Kudus dengan melakukan pemeriksaan malam itu juga. Setelah itu, penyidik Unit Laka lantas langsung bergerak cepat melakukan penyidikan untuk menentukan status pelaku. “Setelah dilakukan proses penyidikan, akhirnya pelaku ditetapkan menjadi tersangka Selasa, 13 Februari 2018,” imbuh Iptu Ngatmin. Dia menambahkan, usai ditetapkan menjadi tersangka, AA kemudian ditahan di Mapolres Kudus. “Tersangka sudah kami tahan sejak Rabu, 14 Februari 2018. Ditempatkan di ruang tahanan Mapolres Kudus bersama dengan tahanan umum lainnya,” tandasnya. Dirinya menegaskan, informasi yang beredar di masyarakat yang mengatakan tersangka berada di rumah dan tidak ditahan itu tidak benar. Karena Kepolisian sudah menahan tersangka. “Semua waga negara diperlakukan sama, tidak ada tebang pilih. Termasuk untuk tersangka sudah kami tahan,” tegasnya. Tersangka dijerat dengan pasal berlapis, yakni pasal 310 ayat (4) jo pasal jo pasal 311 jo 312 Undang-undang Republik Indonesia nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan dengan ancaman hukuman 6 ( enam ) tahun penjara.

 

PERESMIAN TAMAN LALU LINTAS

GIAT PERESMIAN TAMAN EDUKASI LALU LINTAS

_MG_5721

_MG_5730

Berbagai inovasi dilakukan Satuan Lalu Lintas Polres Kudus dalam menangani rendahnya tingkat kesadaran masyarakat untuk tertib berlalulintas, salah satunya dengan membuat Taman Lalu Lintas di hutan Kota Rendeng Kab Kudus. Dengan adanya taman tersebut dapat menjadikan sarana edukasi bagi anak-anak tentang tata cara berkendara di jalan. Bekerjasama dengan Pemkab Kudus dan Djarum Foundation Taman Lalu Lintas diresmikan oleh Wakapolda Jawa Tengah Brigjen Pol Drs.Indrajit, S.H. Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning Sik,M.H. mengatakan, kesadaran tertib berlalulintas di Kabupaten Kudus masih rendah. Untuk itu dibutuhkan upaya penyadaran sejak usia dini. Salah satu upaya yang dilakukan yakni berupa pembuatan taman lalu lintas sebagai sarana edukasi tentang tata cara berkendara di jalan. “Ditaman tersebut, ada sejumlah rambu-rambu lalin, perempatan, tempat bermain dan rumah edukasi, serta berbagai permainan. Intinya agar dapat berkesan edutainment”, Ujarnya Selain menjadi area terbuka hijau, Taman Lalu Lintas dan Hutan Kota ini berfungsi sebagai salah satu wadah edukasi publik karena telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas khusus yang bermanfaat menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat. Ia menjelaskan keberadaan taman dapat meningkatkan kesadaran anak-anak di Kudus yang kedepan mereka dapat menjadi pelopor keselamatan berlalulintas. “Dengan bermain ditaman lalin, maindset anak-anak akan berubah menjadi disiplin. Ketika melihat keluarganya tidak tertib, mereka akan mengingatkan”, imbuhnya Sementara itu, Bupati Kudus Musthofa yang diwakili oleh Sekda Kudus Noor Yasin mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kudus memiliki visi untuk senantiasa mengupayakan berbagai fasilitas publik yang memiliki manfaat edukasi sekaligus dapat menjaga kelestarian lingkungan. “Pemerintah Kabupaten Kudus senantiasa berupaya untuk mewujudkan sarana lingkungan yang bermanfaat dan dapat memberikan edukasi untuk semua warga. Dengan adanya Taman Lalu Lintas dan Hutan Kota ini, kami harapkan tidak hanya berfungsi sebagai kawasan hijau, namun lebih penting lagi juga bisa menjadi sarana edukasi khususnya anak-anak tentang lalu lintas,” terangnya Selain itu, Wakapolda Jawa Tengah Brigjen Pol Drs.Indrajit, S.H menyampaikan, taman lalu lintas ini bisa menjadi sarana interaksi bagi anak-anak untuk belajar tentang disiplin berlalu lintas. Dijajaran Polda Jateng hampir semua telah memiliki taman lalu  lintas.“Taman Lalu Lintas ini merupakan sarana pendukung bagi program-program yang akan lebih mendekatkan masyarakat dengan Kepolisian. Terlebih dengan berbagai fasilitas yang ada di dalamnya dapat dimanfaatkan sebaik mungkin agar menjadi sarana edukasi dini kepada anak tentang kedisiplinan berlalu lintas,” tuturnya. Sementara itu, Vice President Djarum Foundation FX Supanji mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk turut memberikan edukasi kepada masyarakat luas tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan tertib berlalulintas.

 

POLISI LALU LINTAS DI LARANG GENDUT

GIAT PROGRAM OVER WEIGHT ( OW )

PERSONEL LALU LINTAS DILARANG GENDUT

giat ow.

giat ow

Perut “gendut” kerap menjadi perhatian serius Korps Bhayangkara. Seperti yang terlihat, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Kudus AKP Eko Rubiyanto Sik,SH melaksanakan pengecekan kepada anggotanya yang berperut gendut. Bertempat di Alun-alun Kab Kudus, Sejumlah anggota yang terkena razia perut gendut dibariskan dan dibawa lari siang mengelilingi Alun-alun. Bagi anggota yang memiliki kelebihan berat badan atau tidak ideal, akan diwajibkan mengikuti program penurunan berat badan, berupa olahraga lari, push-up, hingga shit-up. Kasat Lantas saat ditemui mengatakan kegiatan ini berguna bagi seluruh anggota Lalu Lintas untuk menjaga kesehatan dan juga penampilan serta untuk menjadikan polisi bisa bekerja secara prima.Terlebih bagi aparat keamanan yang dituntut senantiasa sigap melayani masyarakat. Tidak cuma anggota saja, para Kanit dan termasuk saya sendiri ikut dalam program ini. “Sehingga setiap anggota pada saat berpakian dinas tidak terlihat perutnya buncit,” katanya